Siapa sih yang tidak mau mendapatkan pasif income setiap harinya hanya dengan bermodalkan gadget dan rajin browsing cari produk yang lagi laris di pasaran untuk dijual lagi!

Jika orang ditanya tentang hal ini, pasti rata-rata jawabannya mau. Hal ini merupakan sifat alami manusia yang ingin hidup dengan berbagai kemudahan.

Namun anda pasti akan bertanya, apakah ada hal yang seperti ini?

Banyak cara menghasilkan dari bisnis online, salah satunya yang paling mudah adalah Dropship.

Apa itu dropship?

Sebaiknya anda baca artikel saya sebelumnya bisnis online tanpa modal, di artikel tersebut sudah saya jelaskan seperti apa dropship itu dan cara kerjanya bagaimana.

Jika sudah paham apa itu dropship, saya akan memberi beberapa tips ataupun strategi kepada anda untuk menjadi dropshipper sukses.

Anda yang masih bingung dan belum terlalu paham bagaimana alur kerja dropship itu, saya akan memberi sedikit gambaran bagaimana alur kerja dropship itu.

Skema alur Kerja Dropship
Skema alur Kerja Dropship

Jika melihat alur kerja (Skema) di atas, setidaknya sekarang pikiran anda lebih terbuka dan tentunya mulai lebih paham bagaimana alur kerja dropship itu. Saya jelaskan sedikit alur kerjanya.

  1. Cari Produk, jika anda mencari produk yang akan dipasarkan otomatis anda juga sedang mencari supplier yang menyediakan produk tersebut.
  2. Memasarkan Produk, jika telah menemukan produk yang cocok saatnya anda memasarkan produk tersebut sesuai target produk itu.
  3. Buyer Membeli dan Membayar Produk, buyer dalam hal ini pembeli akan membeli produk dan membayarnya kepada anda.
  4. Orderan diteruskan ke Supplier, jika anda telah menerima pembayaran dari pembeli maka tugas anda tinggal meneruskan orderan tersebut ke supplier (Penyedia Produk).
  5. Orderan akan di Kirim, ada 2 opsi yang bisa anda pilih saat melakukan pengiriman ini, apakah supplier yang akan langsung mengirimkan kepada buyer ataukah supplier mengirimkan orderan tersebut kepada anda terlebih dahulu kemudian anda yang meneruskan produk tersebut kepada pembeli. Dan opsi ini tergantung kesepakatan anda dan supplier.

Jika andat telah memahami alur kerja dropship, maka selanjutnya yang perlu anda siapkan adalah mental.

Anda mesti mempunyai tekad yang kuat sebelum memilih menjalani profesi ini. Tekad kuat yang saya maksud disini adalah anda telah mesti siap dengan segala kemungkinan ketika memulai semua ini, termasuk resiko rugi tentunya.

Nah, untuk meminimalkan resiko tersebut, berikut beberapa tips yang bisa anda terapkan untuk menjadikan anda seorang dropshipper sukses dan tentu jauh dari kata kegagalan.

1. Belajar dari Pengalaman

Selalu Belajar dari Pengalaman
Selalu Belajar dari Pengalaman (Foto: capslocknet.com)

Untuk memulai menjadi dropshipper yang sukses, anda perlu banyak belajar atau menggali ilmu baik dari forum-forum online maupun blog yang membahas teknik-teknik marketing olshop, salah satunya anda bisa belajar di forum ads.id.

Di forum tersebut banyak sekali pelaku bisnis online yang membagikan ilmu mereka dengan gratis.

Di samping menggali ilmu dan belajar di forum-forum atau berbagai komunitas bisnis online, yang tidak kalah penting tentu adalah pengalaman anda sendiri.

Bukankah kita sering jatuh saat kita mulai belajar berjalan!

Tentu pengalaman dari kita sendiri yang mengajari kita untuk tidak terjatuh lagi.

Namun satu hal yang perlu anda hindari, jangan tergiur untuk membeli sebuah ebook dengan harga yang tinggi tanpa ada jaminan anda bisa sukses layaknya penjual ebook tersebut.

Hal ini penting saya sampaikan karena di luar sana banyak sekali tawaran ebook dengan iming-iming bisa menghasilkan puluhan juta bahkan ratusan juta dalam waktu singkat.

Mikir, ngapain masih jualan ebook dengan harga yang sangat mahal kalau emang sudah menghasilkan ratusan juta tiap bulannya, benar nggak!

Pengalaman adalah guru terbaik yang mengajarkan kita untuk tidak terjatuh lagi di lubang yang sama, benar nggak…..hehehe.

Artinya, dengan sendirinya anda akan tahu seluk beluk dunia dropship ini jika anda telah lama menekuninya dan tentunya belajar dari pengalaman yang telah anda jalani sendiri.

2. Fokus menjadi Dropshipper Sukses

Dropshipper Sukses
Fokus untuk Menjadi Dropshipper Sukses (Foto: liputan6.com)

Karena bisnis online ini tanpa modal, anda jangan langsung beranggapan jika bisnis ini akan mudah dikerjakan. Salah, ini pekerjaan yang menurut saya cukup sulit dan membutuhkan kreatifitas juga konsistensi di dalamnya.

Untuk menjadi dropshipper sukses, anda mesti mempunyai komitmen jangka panjang untuk mewujudkan itu semua. Jika anda sudah mempunyai komitmen jangka panjang, maka pertanyaanya apakah anda akan total melakukannya?

Karena tak jarang banyak yang gagal karena mereka tidak total mengerjakannya.

Banyak yang salah kaprah dengan kata “total” ini. Terkadang orang langsung resign dari pekerjaannya karena ingin lebih fokus sebagai dropship padahal dia baru memulainya.

Memang hal tersebut tidak salah sepenuhnya namun anda perlu mencari waktu yang pas kapan resign dari pekerjaan tetap anda.

Jika pendapatan sebagai dropship sudah setara dengan pendapatan ditempat anda bekerja saat ini maka saat itulah anda bisa resign dari pekerjaan tetap anda (Offline).

3. Penetrasi Produk ke Pasar

Lakukan Penetrasi Produk
Lakukan Penetrasi Produk (Foto: bisnisukm.com)

Alih-alih anda menjual berbagai jenis produk yang malah akan membuat anda tidak fokus dalam memasarkan produk. Untuk itu cobalah menjual satu atau dua jenis produk saja terlebih dahulu dan lihat perkembangan penjualannya.

Dalam memilih produk yang akan dijual, anda mesti mencari tahu produk apa yang lagi trend disekitar anda dengan memanfaatkan media sosial seperti facebook.

Anda bisa gabung di grup-grup jual beli yang ada di facebook dan memantau produk apa yang paling diminati dengan melihat komentar calon pembeli di lapak-lapak penjual lainnya.

Hindari mengambil margin keuntungan yang terlalu besar jika produk yang anda pasarkan sudah terlalu umum.

Tidak mungkinkan anda menjual dengan harga Rp 5.000 sedangkan kompetitor anda menjualnya hanya dengan harga Rp 2.000, bisa-bisa tidak akan ada yang mau beli.

Untuk itu tidak ada salahnya untuk selalu melihat harga dari kompetitor anda yang menawarkan produk yang serupa untuk menghindari penentuan harga yang terlalu tinggi.

4. Mulai Membangun sebuah Brand

Membuat sebuah Branding
Membuat sebuah Branding (Foto: webdakaar.com)

Walaupun saat ini anda masih sebatas sebagai dropship namun tidak ada salahnya jika saat ini anda memulai membangun sebuah branding name.

Ingat, kita menjadi dropshipper karena kemampuan kita masih terbatas.

Anda saat ini menjadi dropship namun pasti punya cita-cita suatu saat punya toko online yang menjual produk sendiri, minimal punya stok barang sendirilah.

Pasti tujuan akhirnya di situ.

Maka saat ini mulailah membangun sebuah brand. Buatlah sebuah toko online yang mudah di ingat oleh orang lain. Hal ini juga akan membuat kesan bagi customer bahwa anda adalah seorang profesional.

Toko Online akan Memudahkan Pekerjaan anda
Toko Online (Foto: liputan6.com)

Banyak manfaat jika anda membuat toko online, salah satunya akan mengurangi intensitas pertanyaan yang sering berulang dari calon pembeli anda.

Untuk mengurangi intensitas pertanyaan yang sering berulang, anda bisa membuat halaman khusus tanya jawab (FAQ) di toko online anda. Selalu update halaman FAQ anda untuk pertanyaan berulang minimal sudah tiga kali ditanyakan dengan pertanyaan yang sama.

Anda juga tidak perlu lagi repot untuk setiap saat mengirim nomor rekening anda ke customer yang baru dengan mencantumkan nomor rekening anda di toko online anda.

Dan tentunya masih banyak lagi kemudahan yang anda terima jika mempunyai toko online.

5. Pelayanan Customer Service yang Prima

Beri Layanan Customer Service yang Prima
Beri Layanan Customer Service yang Prima (Foto:socialmediaexaminer.com)

Hal ini sangat penting bagi pedagang online. Tak jarang transaksi gagal dikarenakan Customer Service (CS) tidak bisa meyakinkan calon pembeli.

Kegagalan terbesar dari transaksi yang mungkin saja bisa terjadi adalah terlambatnya respon dari CS saat ditanya oleh calon pembeli.

Coba rasakan jika anda di posisi pembeli dan apa yang akan anda lakukan jika ternyata CS terlalu lama merespon pertanyaan yang anda ajukan!

Jawabannya, pasti langsung mencari produk yang serupa di tempat lain.

Maka dari itu berilah perhatian lebih untuk layanan CS anda. Berikan jawaban secepatnya bagi calon pembeli yang bertanya kepada anda. Dan jangan segan-segan menambah jumlah CS jika anda sudah tidak bisa lagi menghandle customer anda seorang diri.

6. Beri Perhatian Lebih pada Foto Produk

Foto produk menjadi salah satu ujung tombak dalam menjaring pembeli. Di dalam sebuah riset yang dilakukan oleh MDG Advertising, sebanyak 67 persen konsumen memberi jawaban, Foto sangat penting bagi mereka dalam memilih produk yang akan dibeli.

Pada hakikatnya manusia menyukai yang indah-indah atau yang sedap dipandang mata karena manusia adalah makhluk visual maka objek yang tertangkap oleh mata langsung akan di proses oleh otak kita yang memberi penilaian bagus tidaknya objek tersebut.

Maka beri perhatian khusus pada foto produk yang akan anda pasarkan untuk menghasilkan banyak penjualan.

Jika foto produk dari supplier tidak begitu baik jangan memaksakan diri untuk menggunakan foto produk tersebut. Berusahalah menghasilkan sendiri foto produk yang bagus.

Dan untuk mendapat foto produk yang bagus anda tidak perlu mengeluarkan modal untuk menyewa fotografer untuk mengambil foto produk yang akan anda pasarkan. Manfaatkan yang ada disekeliling anda.

Ini contoh foto produk yang pernah saya ambil dengan menggunakan bahan-bahan yang cukup sederhana.

Contoh Foto Produk dengan Menggunakan Bahan Apa Adanya
Contoh Foto Produk dengan Menggunakan Bahan Apa Adanya

Dalam mengambil gambar, saya hanya menggunakan bahan yang cukup sederhana, diantaranya:

  • Hp Samsung, untuk mengambil gambar.
  • Kertas HVS putih, sebagai backround/latarbelakang.
  • Laptop, sebagai penyangga backround.
  • Selotip, untuk menempelkan HVS di laptop.

Walaupun hanya menggunakan bahan yang cukup sederhana tapi hasil foto produk sudah lumayan bisa untuk digunakan.

Tentunya jika anda mengambil sebuah gambar lakukan disiang hari karena kita tidak mempunyai perlengkapan pencahayaan.

Jangan lupa memberi sedetail mungkin deskripsi produk yang akan anda jual. Hal ini juga bermanfaat mengurangi intensitas pertanyaan seputar produk dari calon pembeli anda.

Itulah beberapa cara yang bisa anda terapkan untuk bisa menjadi dropshipper sukses. Sukses bukanlah menjadi hal yang mustahil apabila anda tekun dalam menjalani suatu profesi. Jika anda mempunyai pertanyaan ataupun masukan kepada saya, anda bisa memberitahukannya lewat kolom komentar demi kemajuan blog ini. Bantu kami dengan membagikan artikel ini kepada teman anda melalui media sosial. Terima kasih.

https://www.kampungkonawe.web.id/wp-content/uploads/2016/11/cara-menjadi-dropshipper-sukses.jpghttps://www.kampungkonawe.web.id/wp-content/uploads/2016/11/cara-menjadi-dropshipper-sukses-150x150.jpgwiwiekULASAN BISNISBisnis Online,Dropship,Dropshipper SuksesSiapa sih yang tidak mau mendapatkan pasif income setiap harinya hanya dengan bermodalkan gadget dan rajin browsing cari produk yang lagi laris di pasaran untuk dijual lagi! Jika orang ditanya tentang hal ini, pasti rata-rata jawabannya mau. Hal ini merupakan sifat alami manusia yang ingin hidup dengan berbagai kemudahan. Namun anda pasti akan...Belajar & Berbagi
email marketing, online marketing courses, email marketing services, search engine marketing agency, internet marketing courses online, best search engine optimization, internet marketing sales, internet marketing program, email marketing strategy, seo services, seo company, the best ecommerce platform, ecommerce site development, b2b ecommerce solutions, online commerce platforms, ecommerce platform development, online ecommerce solutions, simplest ecommerce website, ecommerce web development, webstore platforms, cloud based ecommerce platform, best online commerce platform, ecommerce platforms, best ecommerce engine, ecommerce website development, marketing strategi, marketing strategy, marketing online, marketing plan, marketing management